Kang Ash, Author at Jurnal Astral https://jurnalastral.com/author/mohamadashari/ Mulai Kisah Astralmu Sekarang Sat, 20 Jul 2024 21:45:09 +0000 en-US hourly 1 Astraling Adalah … https://jurnalastral.com/astraling-adalah/ Sat, 20 Jul 2024 21:45:09 +0000 https://jurnalastral.com/?p=1729 jurnalastral.com | Astralling adalah penterjemahan muatan atau data dari partikel-partikel energi oleh otak kita, dengan demikian penterjemahan berupa visualisasi bahkan personifikasi dari suatu informasi sangat bergantung kepada database memori dan pemahaman kita sendiri. Itulah mengapa, pengulangan beberapa kali terhadap satu frekuensi yang sama menjadi sangat penting bagi kita untuk mendapatkan konsistensi informasinya. Dan itupulalah mengapa di […]

The post Astraling Adalah … appeared first on Jurnal Astral.

]]>
jurnalastral.com | Astralling adalah penterjemahan muatan atau data dari partikel-partikel energi oleh otak kita, dengan demikian penterjemahan berupa visualisasi bahkan personifikasi dari suatu informasi sangat bergantung kepada database memori dan pemahaman kita sendiri.

Itulah mengapa, pengulangan beberapa kali terhadap satu frekuensi yang sama menjadi sangat penting bagi kita untuk mendapatkan konsistensi informasinya.

Dan itupulalah mengapa di jurnal astral sangat disarankan untuk melakukan re-trace secara berkelompok, beberapa orang sekaligus di waktu yang sama menggali data dari frekuensi yang sama, sehingga di dapatkan beberapa perspektif secara langsung untuk mengumpulkan konsistensi informasi sebagai bahan kesimpulannya.

Sehingga berbagi informasi dalam bentuk testimoni dan cerita mengenai apa yang dialaminya itu menjadi kumpulan data yang sangat berguna serta vital baik bagi orang itu sendiri maupun orang-orang lain yang melakukan astralling.

Dokumentasi-dokumentasi data dan informasi ini akan saling terhubung dan berkaitan pada akhirnya, karena satu fakta yang tidak terbantahkan, yaitu: bahwa kita semua berada di dalam realitas ruang kehidupan yang sama.

Sederhananya, kita sebetulnya hanya sedang menyaksikan realitas yang sama dengan perspektif yang berbeda-beda. Dan dari keragaman perspektif itulah kita dapat menyaksikan keutuhan realitas kita bersama ini.

The post Astraling Adalah … appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Renungan : Mengapa Pustaka Semesta / Akashic Record / IK Kendan di Hadirkan https://jurnalastral.com/renungan-mengapa-pustaka-semesta-akashic-record-ik-kendan-di-hadirkan/ Sat, 20 Jul 2024 21:31:38 +0000 https://jurnalastral.com/?p=1726 Dear friends. Ingat, mengapa IK diaktifkan dan Kendan dimunculkan. Untuk membantu kita membersihkan muatan – muatan berat yang tertinggal di sini dan tidak akan dapat naik. Yang mungkin tidak akan pernah dapat kita akses sendiri. Sehingga akan selalu ada beban yang menahan kita di sini. Itulah kenapa Pustaka Semesta atau Akashic record atau IK Kendan […]

The post Renungan : Mengapa Pustaka Semesta / Akashic Record / IK Kendan di Hadirkan appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Dear friends.
Ingat, mengapa IK diaktifkan dan Kendan dimunculkan.

Untuk membantu kita membersihkan muatan – muatan berat yang tertinggal di sini dan tidak akan dapat naik.
Yang mungkin tidak akan pernah dapat kita akses sendiri.
Sehingga akan selalu ada beban yang menahan kita di sini.

Itulah kenapa Pustaka Semesta atau Akashic record atau IK Kendan di hadirkan di sini.

Agar kita membersihkan sisa-sisa memori yang akan menahan kita di sini itu.

Memori – memori itu untuk diikhlaskan, dibebaskan dan dilepaskan dari muatan-muatan yang menjadikannya berat dan menahan bahkan mengikat kita di sini.

Apakah kalian memperhatikan, ketika seseorang meninggal, semua diminta untuk mengikhlaskan, artinya melepaskan segala sesuatu yang akan termuat dalam partikel – partikel penyusun realitas dan memberatkan serta mengikat kita dengan kehidupan Bumi ini.

Memori2 itu memperlihatkan kalian apa yang tertinggal dan belum terikhlaskan. maka, jangan kalian malah membawanya kembali ke kehidupan kalian yang nyata sekarang.

Kehidupan sekarang adalah kenyataan yang sekarang, kehidupan yang lalu adalah memori yang tertinggal.

Apakah kamu akan mengabaikan kenyataan sekarang karena memori – memori yang akan menahanmu di sini itu? Mengabaikan keluargamu yang sekarang, anak-anakmu, suami/ istrimu, orang-tuamu, saudara-saudaramu, teman dan semua yang nyata di waktu sekarang demi memori yang akan jelas menjadi sebab kamu tertahan di sini dan akan makin menahan kamu di sini ?

The post Renungan : Mengapa Pustaka Semesta / Akashic Record / IK Kendan di Hadirkan appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Album Terinspirasi Dari Jurnal Astral Oleh Vizantranuva Zantragha https://jurnalastral.com/album-terinspirasi-dari-jurnal-astral-oleh-vizantranuva-zantragha/ Fri, 24 May 2024 03:46:54 +0000 https://jurnalastral.com/?p=1707 The post Album Terinspirasi Dari Jurnal Astral Oleh Vizantranuva Zantragha appeared first on Jurnal Astral.

]]>

Astralling adalah interaksi dengan ‘partikel – partikel’ frekuensi, gelombang dan energi. Segala sesuatu membawa informasi dan terdapat data memori di dalamnya.

Interaksi dan exchanging data selalu terjadi setiap saat, sayangnya tidak pernah tersadari dan terperhatikan. Astralling adalah secara aware melakukan interaksi dan exchanging data tersebut.

Mudahnya begini, kita bisa cari apapun dengan mengetik kata kuncinya di search engine bar melalui internet, dan semua data yg pernah diupload yg terkait dengan kata yang kita cari itu akan muncul. Astralling sama persis seperti itu. Kata kunci adalah Niat kitanya, data terupload adalah semua lintasan pemikiran, nafas, aktifitas, interaksi dan apapun yg bergerak dan hidup serta mengalami interaksi dari segala sesuatu di alam ini.

Astraling membuka jembatan baru ke informasi- informasi yang selama ini terselubung cahaya. Bagi para penulis, komposer, ilustrator, konten kreator, seniman, pembuat film, dan mereka yang berkemampuan mengikat makna dalam karya,  jembatan ini dapat menjadi sumber inspirasi tak terbatas. Kami #JurnalAstral menyambut anda dengan tangan terbuka.

Karya – karya  berikut terinspirasi oleh Jurnal Astral
oleh Vizantranuva Zantragha
https://t.me/Vizantrha


Dengan Astralling jadi dapat ilham diantaranya bisa bikin lirik lagu religi juga.

The post Album Terinspirasi Dari Jurnal Astral Oleh Vizantranuva Zantragha appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Cara “Anti-Mainstream” Untuk Menjaga Alam https://jurnalastral.com/cara-anti-mainstream-untuk-menjaga-alam/ Tue, 22 Nov 2022 06:52:24 +0000 https://jurnalastral.com/?p=1253 “Menjaga Alam” Dua buah kata ini tentunya sering kita dengar terutama saat ini dimana kita mendengar (atau mengalami) sendiri “bencana” terkait alam, baik banjir, gempa, longsor, dll. Jika kita berefleksi kembali saat sekolah dasar, tentunya kita penah bertemu dengan pertanyaan : “Bagaimana cara kita mencegah atau meminimalisasi dampak banjir ?” Saat itu, jawaban kita mungkin […]

The post Cara “Anti-Mainstream” Untuk Menjaga Alam appeared first on Jurnal Astral.

]]>
“Menjaga Alam”

Dua buah kata ini tentunya sering kita dengar terutama saat ini dimana kita mendengar (atau mengalami) sendiri “bencana” terkait alam, baik banjir, gempa, longsor, dll.

Jika kita berefleksi kembali saat sekolah dasar, tentunya kita penah bertemu dengan pertanyaan :

“Bagaimana cara kita mencegah atau meminimalisasi dampak banjir ?”

Saat itu, jawaban kita mungkin salah satu diantara ini :

  1. Stop buang sampah sembarangan, terapkan Reduce – Reuse – Recycle
  2. Reboisasi, menanam pohon sebagai penahan air hujan,
  3. Pola tanam menggunakan terasering [1],
  4. Pemanfaatan biopori dan kolam infiltrasi di lokasi yang memungkinkan [1] , memaksimalkan penyerapan air karena air itu sunnatullahnya diresapkan bukan dialirkan ( referensi : Bapak Anies Baswedan )
  5. Penanaman pohon bambu di area resapan dan area dengan kemiringan 70 – 80 derajat [1] [2],
  6. Pengerukan dan pembersihan sungai dan aliran air secara berkala,
  7. Normalisasi daerah aliran sungai (DAS) di area yang memungkinkan, atau pembuatan turap di area padat penduduk,
  8. Stop penebangan (dan pembakaran) hutan,
  9. Pembuatan situ / danau / kolam retensi,
  10. Pemanfaatan teknologi rekayasa alam (hujan buatan) untuk mendistribusikan curah hujan secara merata,
  11. Penggunaan teknologi aspal yang dapat menyerap air (permeable),
  12. Memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) di area perkotaan,
  13. Pembangunan giant sea wall untuk mengurangi dampak banjir rob (banjir pasang – surut),
  14. Persiapan mitigasi bencana,
  15. Perencanaan pembangunan dengan tidak membangun fasilitas/pemukiman di area rawan banjir,
  16. Pemanfaatan teknologi infrastruktur untuk beradaptasi di area rawan banjir [1] ,

Intinya kita sudah sangat paham apa yang perlu dilakukan, hanya orang yang pikirannya super nyeleneh saja yang tidak setuju dengan membuang sampah harus pada tempatnya, atau tidak setuju dengan konsep bahwa kita perlu menamam pohon.

  • Namun bukankah banjir tetap terjadi ?
  • Bukankah semua sudah tahu apa yang perlu dilakukan ? kenapa alam masih “protes” ?

Jawabannya pun kita sudah paham, karena pengetahuan hanya akan berdampak jika diaplikasikan sehingga terbentuk pemahaman. Mengetahui bahwa menanam pohon penting perlu dibarengi dengan aksi menanam pohon.

Kembali kepada dua kata “Menjaga Alam”.

Pertanyaan pentingnya bukan lagi “bagaimana kita menjaga alam”, karena hampir semua sudah tahu “bagaimana”. Yang lebih tepat adalah bukan lagi mengajukan pertanyaan, namun masuk ke ranah aksi tindakan nyata :

  1. Saya akan menanam 10 pohon minggu ini.
  2. Bulan ini saya akan menanam pohon jenis mahoni sebanyak 15 pohon di lokasi x.
  3. Dalam dua minggu saya akan menggalang dana untuk penanaman 500 pohon konifer di lahan desa x
  4. Saya membentuk gerakan tanam pohon 1 day 1 tree difokuskan untuk penanaman pohon bakau di muara sungai x dengan memaksimalkan jejaring jurnalastral.

Jadi mari, yuk, hayu, let’s go :  langkah menjaga alam yang mana yang akan kita lakukan hari ini ?
YES TODAY ! Karena menjaga alam adalah tugas manusia, menjaga alam adalah menjalankan kewajiban kita pada ruang tempat kita menumpang hidup.

Setidaknya ada satu hal yang bisa kita lakukan setiap hari yaitu mengingatkan dan mengedukasi lingkar terdekat melalui contoh dan teladan baik secara langsung maupun melalui media sosial. Jika menanam satu pohon satu hari “terasa masih syuliit” tentu satu status whatsapp, satu status facebook atau instagram jauh lebih mudah. Satu foto sederhana menyiram tanaman, memilah sampah, atau kegiatan sederhana yang nyata dilakukan (bukan pencitraan) akan membawa pesan yang kuat untuk menggugah kesadaran kolektif.

Masih ada satu hal lagi yang bisa dilakukan setiap hari, tepat manfaat, tanpa ribet, dan sangat diperlukan karena belum banyak orang yang tahu yaitu : ikhtiar di ranah frekuensi dan vibrasi.

Tim Pemurni Jurnal Astral menginisiasi grup untuk edukasi, berbagi informasi, dan melakukan pelayanan pemeliharaan rutin pada alam melalui penyaluran program energi. Dari bentuk paling sederhana dengan ‘mengirimkan Al Fatihah’ rutin setiap hari. Mari bangun pemahaman dan aktifkan fasilitas yang sudah ada di tubuh kita agar menjadi manusia yang menjalankan fungsi sebagai pemelihara alam.

Perlahan dan bertahap kita akan meniti jalan menuju pribadi yang mampu mendengar keluhan alam dan menjalankan tugasnya sebagai penyeimbang.

Tertarik ?

Kami menyambut kehadiranmu di >>

The post Cara “Anti-Mainstream” Untuk Menjaga Alam appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Zanthura : Saranjana https://jurnalastral.com/zanthura-saranjana/ Fri, 16 Sep 2022 00:26:28 +0000 https://jurnalastral.com/?p=1012 Sebelumnya di grup koordinasi JA : @Zanthura, coba sampaikan aja ke Kendannya, bisa di kantor Zanthura tentang rencana perjalanan ke Saranjana. Karena dulunya bagian dari Kendan namun sekarang kang Kendan baru hidup lagi, sementara Saranjana tetap ada. Tunggu inputannya, biasanya dari Enin atau utusannya. Seperti diceritakan oleh Zanthura pada jurnalastral.com Retrace pukul 22.00 wib tanggal […]

The post Zanthura : Saranjana appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Sebelumnya di grup koordinasi JA :

@Zanthura, coba sampaikan aja ke Kendannya, bisa di kantor Zanthura tentang rencana perjalanan ke Saranjana. Karena dulunya bagian dari Kendan namun sekarang kang Kendan baru hidup lagi, sementara Saranjana tetap ada. Tunggu inputannya, biasanya dari Enin atau utusannya.


Seperti diceritakan oleh Zanthura pada jurnalastral.com
Retrace pukul 22.00 wib tanggal 15 September 2022.


Jujurly, pukul 22.30 wib mencoba mencari imputan dari enin tentang kekhawatiran saya untuk melihat ke Sarajana. Saya mencoba astral ke kantor Zanthura. Di kantor Zanthura saya mencoba bermeditasi memejamkan mata menetralkan hati dan pikiran menerima imputan yang akan di terima. Setelah beberapa menit, di depan tubuh saya di kendan bukan di dunia fisik, saya merasakan sebuah gelombang yang datang dan saya membuka mata dari meditasi, setelah membuka mata terlihat sebuah gelombang seperti pusaran energi membentuk cincin besar dan seakan-akan kantor Zanthura pun menghilang.

Saya masuk ke dalam gelombang yang membentuk cincin besar itu. Didalam cincin saya berjalan dan keluar tiba-tiba di kanan saya ada seorang dengan tinggi empat meter berdiri dan langsung melangkah entah kemana, dan disamping seseorang tadi yang yang tingginya empat meter terlihat seorang pria dan wanita tingginya tiga meter bersiap siap berdansa dan merdansa lah mereka. Saya lalu berjalan ternyata saya berada di depan istana yang megah sekali mencakar langit alias sangat tinggi dan besar. Kemudian bertemu dengan pintu istana yang begitu besar, Saya mengucapkan permisi di depan pintu istana yang besar sekali itu dalamnya sangat luas sekali, lampu yang ornamental dan bernuansa putih maksudnya warna ruangan yang dominan mayoritas putih, dan bernuansa jawa.

Sebelum masuk ke dalam istana saya di pakaikan sandal selop adat jawa, di pakai kan samping dan pakaian hitam adat jawa oleh dua orang selir yang memakai samping dan selendang, Samping yang dipakai selir itu batik coklat dan selendang nya yang satu warna merah, dan yang satu lagi warna hijau, tetapi sama samping nya batik coklat. Tidak memakai sandal alias nyeker. Namun dua selir tersebut berjalan seperti sudah terbiasa dengan gerakan berjalan seperti menari. Tangan yang kiri memegang ujung selendang yang di ikat di pinggang dan tangan kanannya menempelkan ujung jari jempol dan telunjuk sambil berjalan namun seperti tangan seperti seorang penari jaiopongan.

Saya berjalan tanpa terbiasa dengan memakai samping melangkah lebih sempit dan hati-hati takut terjatuh. Kemudian di dalam istana ada karpet merah dan undakan diatasnya kursi singgasana warna putih ada warna keemasan di kayu kursi singgasananya. Seorang wanita muda dengan paras cantik dan manis seperti wajah Eropa dengan pakaian seperti pakaian pengantin, memakai kalung jawa sangat sopan tidak terlihat kulit dada di pakaian kebayanya. Alias kebaya tertutup dada tidak carang namun tidak tebal seperti warna kulitnya yang putih serasi sekali dengan baju kebayanya. Rambutnya dirangkai bunga dan dan sanggul dengan hias mirip seorang pengantin. Dengan memakai samping batik, memakai sepatu warna emas. Berjalan sangat cantik dan mempesona. Tingginya sekitar tiga meter dan duduk di kursi singgasana itu.

Di samping wanita itu ada seorang pria tampan tingginya setinggi dua meter  dengan memakai pakaian rompi warna hitam dan ikat kepala warna coklat berbatik, celananya warna hitam seperti celana orang sunda yang panjangnya semata kaki ukurannya. Memakai ikat pinggang besar seperti ikat pinggang yang di hadiahkan buat kejuaraan tinju, namun tidak sebesar itu pas lah di pinggang. Sayapun di persilahkan duduk di kursi bulat berwarna merah dari kayu seperti kayu jati. Kursinya ada enam berjejer tiap sisi di karpet merah itu yang menyambung ke kursi singgasana.

Saya duduk dan berkata, ” Sebelumnya terima kasih kepada anda karena telah mempersilahkan masuk ke istana anda yang indah ini. Saya bermaksud ingin menyampaikan meminta nasehat kepada Enin tentang apakah saya bisa masuk ke Saranjana tanpa ada kendala.” Wanita yang duduk di singgasana itu berkata : ” Anda bisa masuk ke Saranjana”. Oya saya punya sesuatu untuk anda baju zirah, pakailah. Sambil memerintahkan selir yang tadi berdiri di sisi karpet merah yang itu berjejer setiap sisinya. Dua orang menuju ke hadapan saya dan memakaikan baju seperti baju gatot kaca berbentuk baju mirip di film gatot kaca di bioskop ada helmnya.

Saya pun bertanya ; ” untuk apa baju zirah ini”. “Ini untuk anda” jawabnya sambil tersenyum.
Kemudian saya bertanya, “oya sebenarnya anda siapa ?”.
Wanita itulah menjawab : “Saya adalah Enin”.
Saya pun melanjutkan bertanya ; ” Banyak wanita yang pernah saya temui di kendan itu siapa apakah itu Enin juga”.
Wanita itu menjawab : ” mereka adalah tokoh di kendan para wanita cantik tapi bukan Enin, Sayalah Enin”.
Saya pun mengucapkan ” Terima kasih Enin, karena telah memberitahukan klo saya bisa masuk ke Saranjana”

Kemudian di atas nyiru besar para selir membawa seperti kue semprit dan menyimpan di meja depan saya yang berjarak satu meter. Saya tidak bisa makan karena kue itu untuk makan Enin. Tiba tiba keadaan berubah, suasana menjadi buram, dan saya berada di Kantor Zanthura kembali. Dan saya pun meng-off-kan diri ke dunia fisik untuk beristirahat.

 

The post Zanthura : Saranjana appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Meditera Nusantara, Meditasi Terapi Dari Tim Ursaka Jurnal Astral Untuk Nusantara https://jurnalastral.com/meditera-nusantara-meditasi-terapi-dari-tim-ursaka-jurnal-astral-untuk-nusantara/ Tue, 06 Sep 2022 14:37:36 +0000 https://jurnalastral.com/?p=971 MEDITERA NUSANTARA merupakan singkatan dari Meditasi  Terapi Nusantara merupakan salah satu program kerja Ursaka sebagai lakonnya di bidang kesehatan. Mediterapi pada dasarnya adalah kegiatan menyalurkan energi secara massal. Yaitu menyalurkan rangkaian PEK (Program Energi Kendan) aspek fungsi Kesehatan ke seluruh Manusia Nusantara. Pada kegiatan mediterapi, Anggota JA (Jurnal Astral) berperan sebagai penyalur program tersebut dan […]

The post Meditera Nusantara, Meditasi Terapi Dari Tim Ursaka Jurnal Astral Untuk Nusantara appeared first on Jurnal Astral.

]]>
MEDITERA NUSANTARA merupakan singkatan dari Meditasi  Terapi Nusantara merupakan salah satu program kerja Ursaka sebagai lakonnya di bidang kesehatan. Mediterapi pada dasarnya adalah kegiatan menyalurkan energi secara massal. Yaitu menyalurkan rangkaian PEK (Program Energi Kendan) aspek fungsi Kesehatan ke seluruh Manusia Nusantara. Pada kegiatan mediterapi, Anggota JA (Jurnal Astral) berperan sebagai penyalur program tersebut dan dibantu / difasilitasi Relay Ursaka. Relay Ursaka berfungsi untuk mengkonversi energi pusaran kendan sehingga dapat disalurkan anggota JA secara massal ke seluruh Manusia Nusantara. Baik penyalur dan penerima energi (Seluruh Manusia Nusantara) sama-sama mendapatkan manfaat energi kesehatan tersebut.

Kegiatan Mediterapi Nusantara diadakan satu kali setiap minggu secara online di grup telegram jurnal astral ( klik untuk bergabung ). Rangkaian acara mediterapi adalah sebagai berikut:

  • Alur Kegiatan
    •  Seluruh peserta dan Ursaka melakukan olah HAPAN (Hawa Panas) dan akses program energi Akselerasi dari Relay Ursaka selama 30 menit
    •  Seluruh peserta melakukan penyaluran rangkaian program energi kesehatan ke seluruh Manusia Nusantara dari Relay Ursaka, selama 15 menit
  • Fasilitator
    • 1 Relay Akselerasi
    • 3 Relay Program Kesehatan
  •  Penyalur: Anggota Jurnal Astral yang bersedia mengikuti program.

Saat melakukan olah napas posisi badan dianjurkan tegak dan ujung-ujung jari dipertemukan, tujuannya agar olah napas lebih mudah dan sirkuit energi tetap terjaga. Selama olah napas fokus pikiran dan perasaan pada hawa panas di 7 titik di punggung. Lokasinya terlampir pada gambar. Olah napas dapat dilakukan dengan jenis napas yang dirasakan paling nyaman terlebih dahulu, yaitu napas perut.

Fokus utama olah napas adalah kenyamanan, buang napas sampai habis. Dan fokus hawa panas dimulai dari merasakan, mempertahankan, dan meningkatkannya, dilakukan satu-persatu, semampunya, dan tidak perlu terburu-buru. Saat melakukan olah napas akses energi Akselerasi dari Relay Akselerasi yang ON untuk meningkatkan kualitas hawa panas.

Saat melakukan penyaluran program ujung-ujung jari tetap terhubung. Dan bentuk posisi tangan seperti menampung energi. Setelah terasa kemudian bentuk menjadi segitiga, seluruh jari rapat, ibu jari dan telunjuk tetap menempel satu sama lain. Fokus utama penyaluran merasakan apa yang terjadi/feedback apa yang dirasakan tubuh khususnya oleh telapak tangan. Saat menjadi penyalur akses dan salurkan program kesehatan dari Relay Program Kesehatan yang ON

Penting untuk diingat dan diperhatikan. Saat menjadi penyalur harap hanya berfokus menyalurkan sesuai niat yang diberitahukan di grup telegram. Jangan menambahkan/mengurangi/merubah niatnya dalam bentuk apapun, selama menyalurkan jafa agar tetap rileks dan netral.

Mediterapi Nusantara perdana diadakan pada 6 September 2022 pukul 20.00-20.45 WIB. Rangkaian program kesehatan yang akan disalurkan pada kesempatan itu adalah Energi Detoksifikasi, Sinkronisasi, dan Recharge. Rangkaiannya baku, tidak dianjurkan untuk dirubah posisinya.

Baca juga :
Deskripsi dan Fungsi Energi di Jurnal Astral 

Rangkaian energi pada event perdana ini sifatnya “maintanance dan suplementasi”, seperti energi perawatan rutin dan mendasar untuk jiwa maupun raga. Membersihkan, mengharmonikan fungsi tubuh dan mengisi ulang daya. Rangkaian program energi di agenda selanjutnya mungkin masih sama atau bisa saja berbeda tergantung kebutuhan. Untuk kasus-kasus kesakitan spesifik kami menganjurkan untuk tergabung di grup mediterapi telegram (yang masih kami persiapkan).

Penjelasan singkat mengenai rangakaian program tersebut, yaitu :

  • Detoksifikasi adalah suatu upaya untuk melepaskan membuang racun dari badan organisme.
  • Sinkronisasi adalah energi yang ditujukan untuk mengupayakan keharmonisan dari fungsi badan dan mental abik secara fisik maupun metafisik, karena keduanya secara teori medis dan metafisik sangat berhubungan dan saling mempengaruhi.
  • Recharge adalah upaya memberikan energi pada badan organisme untuk menggantikan energi yang hilang dan menambahkan cadangannya. Sehingga dapat dimanfaatkan baik untuk fisik maupun metafisiknya.

#JurnalAstral merilis sebuah program bertajuk “Meditasi Terapi Nusantara” / Meditera Nusantara yang merupakan pemanfaatan spesifik energi kendan untuk terapi dan pemulihan kondisi kesehatan : MIND – BODY – SOUL. Mari kita dukung sebuah sistem terapi yang dapat diakses oleh seluruh manusia di Nusantara, gratis, dan tentunya insyaAllah efektif. Simak apa dan bagaimana mediterapi ini dijalankan, dan bagaimana para terapis dan pasien dapat memanfaatkan fasilitas ini dalam ppodcast berikut :

Testimoni peserta program perdana :

  • Selama akselerasi kerasa gerah karena panas di punggung. Pas melakukan DSR pake relay Glyna. Selesainya tangan pegel krn gak mau turun di posisi depan dahi bahkan bergerak kayak mengarahkan ke arah tertentu. Sambil merasakan senud senud energi di sekitaran telapak tangan. Jari2 tangan yg memang sdh 2 tahun ini agak kaku dan ngilu pas akhir kerasa lebih kaku. Ini lagi mau flu dan masih kerasa meded sabeulah? Semoga sejalan waktu bisa menjadi lebih baik kondisi badan
  • Alhamdulillah Terima kasih Saat akselerasi badan serasa panas , lalu lanjut program kedua badan bener bener seperti dibuat rileks energi nya terasa mengisi tubuh yang lagih kurang fit , Sering sering diadakan, sehari dua kali juga boleh ?❤️
  • Kalo saya pas baru diskonek dari relay teshyva, terus konek ke relay vallara, beres niat tiba tiba seluruh badan jadi sejuk dan hangatnya cuma terfokus di tangan.
  • Sebenarnya kondisi tubuh saya tidak terlalu baik, sebab dari tadi siang sakit kepala sebelah dan terasa mual….,tapi tadi saya coba untuk ikut akselerasi dan setelah konek dengan relay…. alhamdulillah sekarang sudah mendingan rasanya…. Ijin bertanya…apakah radiasi dari relay hanya kita saja yg menerima manfaat atau orang disekitar / seisi rumah juga dapat?
  • Waktu latihan hapan dari relay teshyva badan terasa sejuk dan keringetan . Waktu memenyalurkan energi detoksifikas, sinkronisasi, dan recharge ke seluruh manusia dari Relay GLYNA, di tangan seperti ada energi putih berputar seperti angin spiral berputar di tangan. Dan saat di salurkan energy putih itu menyebar dan seperti berproses ke tubuh seluruh manusia di nusantara. Anak saya umur 3 tahun kurang 2 bulan tadi susah BAB, tersalurkan energy dari putih itu dari relay GLYNA langsung tiba tiba BAB. Nuhun tim JA ?
  • Kondisi sy sebelum mengakses Relay untuk akselerasi sebenernya lg sedikit sakit kepala sebelah. ketika Riley On, coba latihan dengan mengumpulkan hawa panas di di perut.. setelah terasa terkumpul mulai disalurkan ke 7 titik di tulang belakang. Hawa panas terasa di tujuh titik tersebut. migrain berangsur hilang. Sesi 2 akses Riley ZALVRANT. hawa panas niat dikumpulkan di tangan dan mulai ditembakan (Disebar). terasa ada aliran energi yg masuk ke ubun2 lalu mengalir ke tangan.. setelah selesai Alhamdulillah badan terasa lebih nyaman, dan migrainya hilang.. hatur nuhun.. ?
  • Setelah berdoa & di niatkan ke relay,terasa angin segar mengelilingi tubuh (belum olah hapan), pas olah hapan pake napas perut terasa seperti nyut”an di tulang belakang maju keatas. Setelah 15 menitan terus ganti pakai napas dada (beurrrrr lebih lagi terasa panas ). Yang paling dominan panas di titik no 5. Hapan lebih terasa, keringetan pasti dan setiap olah hapan terasa disertai angin sejuk, seperti berada dalam selubung di dalam panas di luar dingin, kaya di kipasinlah. Rubah ke program energi terasa mengalir dari bahu ke telapak tangan. Setelah sekian lama tangan bergerak memutar searah jarum jam 2 kali terus diam. Kemudian tangan bergerak lagi berlawanan jarum jam 3/4 kali & sekilas seperti ada awan putih menggulung nyambung ke tangan serta ujung jari” tangan terasa titik” kaya listrik dan terlihat menyebar. Alhamdulillah… Terima kasih semua tim ?

The post Meditera Nusantara, Meditasi Terapi Dari Tim Ursaka Jurnal Astral Untuk Nusantara appeared first on Jurnal Astral.

]]>
JA3108 Destinasi Borobudur Telah Siap, Segera Registrasi https://jurnalastral.com/ja3108-destinasi-borobudur-telah-siap-segera-registrasi/ Sun, 28 Aug 2022 07:23:35 +0000 https://jurnalastral.com/?p=924 Event Re-Trace destinasi spesifik yang dikenal dengan Astral (va)Cation adalah event dimana #AstralTravelers #JurnalAstral di kumpulkan pada titik poin informasi yang sama dan mengekplorasi objek / memori / pustaka yang sama dalam time frame yang berbeda – beda. Event ini menarik karena diakhir event masing -masing #AstralTravelers akan membawa kepingan puzzle informasi yang berbeda – […]

The post JA3108 Destinasi Borobudur Telah Siap, Segera Registrasi appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Event Re-Trace destinasi spesifik yang dikenal dengan Astral (va)Cation adalah event dimana #AstralTravelers #JurnalAstral di kumpulkan pada titik poin informasi yang sama dan mengekplorasi objek / memori / pustaka yang sama dalam time frame yang berbeda – beda.

Event ini menarik karena diakhir event masing -masing #AstralTravelers akan membawa kepingan puzzle informasi yang berbeda – beda untuk kemudian disatukan membentuk informasi yang :

  1. Terverifikasi karena satu kejadian dilihat oleh beberapa orang dengan POV (point of view) yang berbeda.
  2. Lebih utuh / holistik karena data akan berasal dari berbagai time frame dan POI ( point of interest).

Dengan demikian, semakin banyak #AstralTravelers yang mengikuti event maka data yang diperoleh akan makin mudah diverifikasi dan makin utuh.

Menyingkap peradaban, teknologi, pesan tersembunyi, dan menggali informasi yang belum pernah terungkap sebelumnya tentu bukan hanya seru, namun juga sangat penting dan berharga.

Astral (va)cation diselenggarakan setiap satu bulan sekali umumnya di minggu terakhir setiap bulannya. Setelah bulan juli lalu mengakses peradaban lemurian, di bulan agustus ini destinasi spesifik Astral (va)Cation adalah kuil Budha terbesar di dunia : Borobudur.

Perjalanan akan menggunakan sistem astral JA3108 yang akan menjemput SETIAP peserta  meregistrasikan biometrik astralnya di KENDAN, kemudian melanjutkan akses ke Borobudur. JA3108 adalah perjalanan yang  telah teruji aman dan ramah bagi pemula, jadi siapapun dapat bergabung tanpa perlu dasar astral maupun olah nafas. Hal terpenting adalah : rileks, rasakan, dan ikuti.

Saat melakukan perjalanan astral, kelima indera astral akan aktif dan diaktifkan, tugas peserta adalah menerima apapun inputan yang didapat. Umumnya peserta akan menerima input dari satu atau dua indera saja yang nantinya akan berkembang sesuai dengan jam terbang astral. Ingat ya, kunci perjalanan astral adalh percaya pada idera kita, menerima inputan dari indera apapun. Bisa jadi yang aktif terlebih dahulu adalah indera pendengaran, penciuman, pengecap, pengelihatan, perasa, maupun feel (perasaan).

Sulit dijelaskan, lebih mudah dialami sendiri.

Silakan bergabung pada event di hari

Rabu, 31 Agustus 2022,
start pukul 20.00 WIB (gmt+7)

Disarankan standby 10 menit sebelum acara dimulai. Informasi dan registrasi silakan bergabung di grup telegram t.me/jurnalastral.

WAJIB REGISTRASI di poll yang disediakan, panitia hanya akan menjemput mereka yang telah mengisi poll. Bagaimana jika hendak mengajak keluarga / teman ? Sangat dimungkinkan dengan cara memosisikan diri saling bersentuhan saat kegiatan berlangsung.

Untuk jelasnya simak artikel ini :
Apa yang perlu dilakukan saat pemberangjkatan astral ?

Keuntungan lain dari event ini adalah : peserta teregistrasi di KENDAN sehingga :

  1. Dapat melakukan re-trace kapan saja pasca acara. Misal saat acara melihat simbol namun kurang jelas, maka pasca acara dapat di trace kembali simbol tersebut untuk mendapatkan detail, fungsi, dll. Peserta dapat kapan saja menggali kembali informasi mengenai Borobudur.
  2. Dapat mulai menggali memori DNA tertua dalam upaya menemukan nama Avallon.
  3. Dapat mengakses klinik kendan untuk melakukan self-healing, kalibrasi, dan terapi fisikal.

Simak dua artikel berikut :

  1. Klinik Kendan
  2. Nama avallon

Sampai jumpa di grup !
Satu hal lagi, selama perjalanan di grup akan masuk testimoni dari peserta (ya, astral dapat sambil mengetik). Jika terasa terganggu, maka selama perjalanan abaikan terlebih dahulu chat yang masuk, simpan ponsel dan set timer selama 60 menit. Kemudian baru simak grup setelah perjalanan selesai.

Registrasi untuk Astral (va)cation JA3108
Re-trace dengan destinasi spesifik : BOROBUDUR
Telah dibuka di grup utama,
silakan isi poll untuk registrasi https://t.me/jurnalastral/3962

The post JA3108 Destinasi Borobudur Telah Siap, Segera Registrasi appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Klinik Kendan https://jurnalastral.com/klinik-kendan/ https://jurnalastral.com/klinik-kendan/#comments Sun, 28 Aug 2022 07:18:33 +0000 https://jurnalastral.com/?p=925 Banyak yang bertanya mengenai klinik kendan dan mengapa manfaatnya terasa begitu nyata hingga di tubuh fisik. Simak podcast berikut yang membahas mengenai #KlinikKendan yang dapat diakses 24 jam 7 hari seminggu dengan satu syarat : anda telah terregister di Kendan. Simak testimoni di kanal telegram https://t.me/TestimoniJurnalAstral lakukan search dengan kata “klinik” Salah satu testimoni klinik […]

The post Klinik Kendan appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Banyak yang bertanya mengenai klinik kendan dan mengapa manfaatnya terasa begitu nyata hingga di tubuh fisik. Simak podcast berikut yang membahas mengenai #KlinikKendan yang dapat diakses 24 jam 7 hari seminggu dengan satu syarat : anda telah terregister di Kendan.

Simak testimoni di kanal telegram
https://t.me/TestimoniJurnalAstral
lakukan search dengan kata “klinik”

Salah satu testimoni klinik :

” Sabtu, 20 agustus 2022 Hari ini ceritanya saya gak enak badan badan saya panas tinggi sekali. Ditambah kemarin tanggal 19 agustus ke pasar malem di tanjungsari kedinginan,nginep di rumah orang tua tidak beralaskan kasur dingin sekali sampai badan panas dingin. Gak kuat gak bisa tidur.

Subuh nya pulang ke ke rumah kontrakan kebetulan saya ngontrak sambil beres beres mushola SOP pekerjaan jadi marbote mushola. Pukul 07.30 tadi langsung mengantar anak dan istri lihat karnaval agustusan di lapangan keadaan panas namun angin nya terasa sejuk. Pulang pukul 10.00 badan saya ngedrop kepala pusing, badan panas.. Saya kemudian mencoba ke ke klinik di kendan. Dan masuk ke sebuah ruangan tiba tiba dokter masuk ke dalam antrian. Dan tidak berapa lama, saya di ada yang menyuruh masuk ke sebuah ruangan di antrian tadi.

Saya tidak melihat dokternya seperti apa. Namun, saya ketika di hadapkan dengan teleskop, seperti tersedot ke dalam nya. Dan saya melihat le atas di dalam teleskop itu terlihat mata seorang dokter di atas lubang teleskop itu di atas. Namun saya tidak bisa melihat ruangan nya. Hanya bisa melihat di dalam teleskop seperti di dalam teko. Beralaskan besi penuh dengan energy asap putih. Tubuh saya yang kecil seperti sebesar tubuh virus kalo di lihat di atas.. tiba tiba panas nya keluar dan menyelubungi badan astral saya yang kecil. Dan di dalam tubuh astral saya saya seolah melihat ke dalam dahing di dunia fisik menyiut. Dan setelah beberapa lama saya kepanasan dan memakai jaket tebal, dan dan lama lama panas di dalam tubuh astral saya melihat seolah olah masuk ke sel dan DNA, melihat untaian kata Zantrigo Anthuraga. Bergerak bergelomban terus terus di dalam dna saya, dan karena panas nya tidak tertahan di dunia fisik saya bertrian ZANTHURA. Karena setelah ada kata zanthigo anthuraga berubah menjadi ZANTHURA.

Kemudian panas yang menyelubungi tubuh astral saya seperti tersedot lewat kedua kaki, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 wib. Saya terlambat kerja, dan di tempat kerja saya di temani dengan istri dan anak, saya membaringkan diri dan, mengikuti tubuh astral saya di dalam teleskop. Dan di percikkan seperti cairan coklat dari atas ke dalam tembok keras berisi asap itu, dan kaki saya jadi kaku dan berat. Saya terkejut dan kesakitan. Tiba tiba dari dalam tubuh saya di dunia fisik terasa ada yang turun dari kepala, perasaan seperti mau muntah, dan lama lama panas yang terasa di tubuh fisik saya menurun. Dan hanya di beberapa bagian titik seperti telapak tangan dan kaki yang terasa panas, lama lama tubuh fisik saya di tambahi air dalam keadaan berbaring dan tubuh astral saya tenggelam di dalam caran coklat yang di tambahin air.

Setelah itu tubuh saya dan terasa angin dingi berputar putar di tubuh fisik saya,berkeringat dan seperti mengeluarkan uap panas dan kepala pusing pun sembuh. Sampai sekarang tubuh fisik saya berkeringat dan panas tubuh saya juga sembuh beserta pusingnya. Tinggallah saya mandi keringat seluruh tubuh dan saat ini saya masih di dalam ruangn teleskop di sebuah ruangan klinik kendan. Belum mengoffkan diri masih di rendam dalam keadaaan terlentang dan tenggelsm di teleskop dengan cairan air coklat. \

Pukul 15.18 wib saya keluar dari teleskop ternya di dalam ruang. teleskopnya besar sebesar kira kira 1,5 meter dan ada sosok dua dokter seorang perempuan dan seorang laki-laki memakai baju putih namun wajahnya gelap tidak kelihatan. Dokternya besar setinggi 3,5 meter. #astral20agustus2020. “

Bagaimana cara teregister di kendan ?
Sangat sederhana dengan mengikuti minimal satu kali kegiatan RE-TRACE, simak kapan jadwal retrace terdekat di halaman berikut :

Jadwal Event Jurnal Astral

Catatan penting yang perlu dipahami : Untuk akses klinik kendan TIDAK MEMERLUKAN indera astral visual yang aktif.  Berfokuslah pada merasakan dan menerima.

The post Klinik Kendan appeared first on Jurnal Astral.

]]>
https://jurnalastral.com/klinik-kendan/feed/ 1
Benih Penyusun Jiwa https://jurnalastral.com/benih-penyusun-jiwa/ Sat, 27 Aug 2022 02:46:09 +0000 https://jurnalastral.com/?p=916 Seperti diceritakan pada jurnalastral.com oleh @Zanthura Saya mencoba ke memori tertua DNA di diri, saya liha cahaya yang merambat membentuk jalan di kegelapan dan ketika di lihat cahaya merambat membentuk jalan di kegelapan nya seperti membentuk kuncup/kelopak seperti ini Nama yang muncul seperti di dalam sel darah dan dentingan tubuh saya itu adalah Zanthigo Anthuraga […]

The post Benih Penyusun Jiwa appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Seperti diceritakan pada jurnalastral.com oleh @Zanthura


Saya mencoba ke memori tertua DNA di diri, saya liha cahaya yang merambat membentuk jalan di kegelapan dan ketika di lihat cahaya merambat membentuk jalan di kegelapan nya seperti membentuk kuncup/kelopak seperti ini
Nama yang muncul seperti di dalam sel darah dan dentingan tubuh saya itu adalah Zanthigo Anthuraga yang artinya kesatria yang menjalankan tugas dengan membawa cahaya penuh ketulusan dan keyakinan jiwa raga. Terus di retrace lagi di panggilna ZANTHURA
Tadi di retrace lagi bentuk cahaya membentuk kuncup / kelopak itu seperti menceritakan sebuah kehidupan. Tapi saya masih menyaring belum jelas visual nya.
Tadi cahaya membentuk jalan seperti kuncup/kelopak itu. Si cahaya yang membentuk kuncup/kelopak itu memvisualkan sebuah kehidupan seperti kehidupan sebuah kerajaan dan saya merasa pernah berperang di jaman itu. Kadang saya saat latihan retrace ke Kendan, sering melihat candi candi beberapa kali, kadang waktu re-trace ke Lemurian pernah melihat candi sama gadis kerajaan seperti pake mahkota dan seorang ksatria pake baju armor kerajaan di dekat pohon tua dengan akar yang besar dan panjang keluar.
Saya ko merasa pernah hidup di jaman kerajaan ya saat itu. Dan hari ini saat me-re-trace cahaya membentuk jalan itu cahayanya membentuk sebuah peperangan kesatria sedang perang pake baju armornya dan saya me merasa menjadi seorang ksatria kerajasn dengan memakai baju armor itu.
Zanthura
  • RA: benih bibit, cikal.
  • ZAN: susun, rangkai, bentuk, berpindah.
  • THU: bagi dia, ia (ghaib), jiwa.
” Benih penyusun jiwa, Gambar kuncup kelopak yang akan membuka dan mengeluarkan benih / biji / bayi. “

The post Benih Penyusun Jiwa appeared first on Jurnal Astral.

]]>
The Last Warrior, Part 2 https://jurnalastral.com/the-last-warrior-part-2/ https://jurnalastral.com/the-last-warrior-part-2/#comments Sat, 27 Aug 2022 02:07:20 +0000 https://jurnalastral.com/?p=894 Berikut pengalaman astral dari salah satu peserta JA dengan nama samaran “Kalaras” Seperti diceritakan pada jurnalastral.com | @Arzentrha Baca bagian pertama di link berikut : The End of History and The Last Warriors : SelepasMu Pergi Kembalinya Sang Pembawa Cahaya, pertanda bahwa zaman tengah chaos. Zaman sudah diliputi oleh kegelapan. Keadaan sudah tidak seimbang, di […]

The post The Last Warrior, Part 2 appeared first on Jurnal Astral.

]]>
Berikut pengalaman astral dari salah satu peserta JA dengan nama samaran “Kalaras”
Seperti diceritakan pada jurnalastral.com | @Arzentrha

Baca bagian pertama di link berikut :
The End of History and The Last Warriors : SelepasMu Pergi


Kembalinya Sang Pembawa Cahaya, pertanda bahwa zaman tengah chaos. Zaman sudah diliputi oleh kegelapan. Keadaan sudah tidak seimbang, di antara positif dan negatif, lebih cenderung negatif. Atau di antara kebaikan dan kejahatan, lebih banyak kejahatan yang meraja. Akibatnya, semesta menjawab, dengan meminta dikirim sang pembawa cahaya yang bisa menebarkan energi positif dan menerangi kegelapan.

Jika sang pembawa cahaya berhasil menjalankan tugasnya, berhasil membawa kembali kehidupan ke dalam keseimbangan; positif-negatif, baik-buruk, sudah kembali setara. Artinya, ia telah berhasil menjalankan tugasnya. Sebaliknya, jika yang diutus tidak berhasil, dalam artian tidak berhasil menyeimbangkan positif-negatif, baik-buruk. Pun jika mereka ditentang keras atau bahkan sampai dibunuh oleh orang-orang yang ia ajak ke jalan kebenaran. Maka alam akan segera menjawabnya, reset akan terjadi, tidak bisa terhindarkan lagi, tinggal menunggu waktu saja.

Jika tak ada sinar maka kehidupan kita di ambang sirna.

Prahajyn pada 40.000 SM

Kabut tebal memudar pelan-pelan, disambut suara burung-burung kecil yang bersahutan. Suatu pagi yang cerah di sudut kota Prahajyn, 40.000 ribu tahun yang lalu.

Tampak dari kejauhan, dua orang pemuda yang sedang berbincang akrab satu sama lain. Sayup-sayup terdengar gelak tawa dari keduanya yang membuat suasana pagi yang dingin itu terasa hangat. Ke mana Ziusudra? Dari tadi saya cari-cari, tak nampak batang hidungnya. Padahal, di square sedang ramai festival bunga. Rencananya, kita akan sama-sama berangkat ke sana.
“Apa ia sedang di gudang kayu?” Tutur Oasis.
Saya udah mencari ke sana, tetap nggak ada. Kata Hebel.
Coba kita datangi aja rumahnya, siapa tahu ada.
Ya, saya mau ke rumahnya, biar lebih pasti. Ucap Oasis.
Os… Saya pamit dulu..

Seketika Hebel meluncur deras ke rumah Ziusudra, berkelabat dengan sangat cepat, layaknya hembusan angin yang sangat kencang. Pergi berlari menjauh meninggalkan Oasis.Tak lama, Hebel sudah sampai di depan rumah yang berbentuk piramid dengan warna putih terang mengkilap. Dindingnya seperti kristal yang tebalnya 20 cm. Hebel tidak mengetuk pintu, tetapi menaruh telapak tangannya di pintu rumah dan langsung mengucapkan salam, “Samprazaaan… “

Setelah itu, munculah hologram di pintu rumah, hologram berupa rekaman utuh visual diri Ziusudra. Lewat hologram itu, Ziusudra menginformasikan kepada setiap tamu yang datang, jika ia sedang tidak di rumah.
“Lha, di rumahnya juga tidak ada. ”
“Ke mana orang itu? ”
“Ya udah besok, saya ke sini lagi, siapa tau Ziusudra udah pulang.” Pikir Hebel.

Kurang lebih 15 km dari rumahnya, di hutan Gunung Sunda, tampak dari kejauhan seorang pemuda yang mengenakan baju seperti baju hercules sedang asyik berjalan seorang diri menelusuri hutan, kemudian ia berhenti sejenak dan duduk di atas akar pohon besar, sambil memperhatikan keadaan di sekeliling hutan.

Saat itu dari atas pohon terdengar ada suara yang menyapanya. “Haii Ziusudra…” Pemuda itu spontan menoleh ke atas, dan melihat ada seekor burung raksasa dengan bulunya yang indah, berwarna hitam-kuning sedang bertengger di atas dahan pohon Srikaya. Biar lebih mudah menyebutnya, sebut saja burung raksasa itu Cendrawasih. Ziusudra pun melambaikan tangan, sambil balas menyapa,

Ziusudra: ” Samprazaaan…, Haiii… Sedang apa di situ?”
Cendrawasih: “Rhampiazaaaa.. Saya lagi cari madu  buat anak saya.”
Ziusudra: “Oh,”
Cendrawasih: “Ternyata di pohon ini tak ada. Mau tak mau, saya harus mencari di tempat lain. Sedang apa kau di sana Ziusudra?”
Ziusudra: “Saya lagi istirahat…”
Cendrawasih: “Selamat istirahat Ziusudra, Ok, saya mau melanjutkan perjalanan, mencari madu lagi. Sampai jumpa Ziusudra…”
Ziusudra: “Sampai jumpa juga…”

Sinar mentari, menyelinap masuk ke hutan melalui celah-celah dedaunan pohon-pohon raksasa. Pemuda rupawan itu memang selalu suka dengan suasana hutan. Ziusudra memperhatikan suara-suara dari segala jenis burung, suka mendengarkan suara-suara serangga di pagi hari, melihat kawanan rusa yang berlarian ke sana ke mari dengan lincahnya, mengamati capung warna-warni yang hinggap sebentar di daun pakis besar, lalu terbang lagi entah ke mana. Saat duduk di atas akar pohon raksasa, tanpa sadar ia terlelap sebentar.

Setelah bangun, Ziusudra kembali melanjutkan perjalanannya. Kembali menerabas jalan setapak yang panjang, jalan kaki selangkah demi selangkah. Ia sengaja tidak berlari kencang atau terbang melayang karena tidak ingin mengganggu atau merusak ekosistem yang ada di dalam hutan. Sehingga dia lebih memilih jalan kaki saja, walau pelan, yang penting aman, tidak mengganggu flora dan fauna serta bisa selamat sampai tujuan. Pikirnya waktu itu.

Sebelum petang datang, Ziusudra sudah berada di hulu sungai Taruma. Cuci muka di sungai yang airnya sangat bening, airnya pun bisa diminum tanpa kudu dimasak terlebih dulu karena airnya sudah sangat bersih. Sesudah itu, ia menyebrangi sungai dengan cepat, berkelebat bagai belalang maka seketika ia sudah ada di seberang sungai, tepat berada di bawah lokasi yang akan menjadi tempat pertapaannya, yaitu gua Kendan.

Sekali melompat ke arah atas, ia pun sampai di mulut gua. Di mulut gua itu, Ziusudra mengeluarkan segala perbekalan yang ada di dalam tasnya. Ia mengambil beberapa buah batu kristal untuk penerangan.Tapi, ia baru ingat, ia lupa membawa bekal makanan. Tanpa pikir panjang, Ziusudra pun langsung keluar dari gua itu, mau tak mau, ia harus kembali lagi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Karena sering main ke hutan, Ziusudra sudah hafal lokasi-lokasi sumber makanan yang ada di dalam hutan. Tidak butuh waktu lama, Ziusudra sudah berhasil menemukan tanaman ubi jalar yang tumbuh liar di hutan. Ia hanya mengerahkan sedikit energinya untuk menggali tanah dan mengambil ubi secara cepat. Setelah cukup banyak, ubinya dimasukkan ke dalam kantong satu persatu.

Ziusudra keluar dari hutan dengan berjalan kaki dengan santainya. Di tepian sungai, ia mencuci ubi-ubi tersebut dan sekalian membersihkan tangan yang berlumuran penuh tanah. Proses bersih-bersih selesai, Ziusudra melintas sungai lagi dengan super cepat. Saking cepatnya, kakinya seperti tidak menapak ke air. Sesampainya di seberang sungai, celana dan bajunya pun tidak basah sama sekali. Lalu, ia naik dan masuk ke dalam gua dengan sekali melompat saja.

Di dalam gua, suasana sudah terang karena nyala dari batu kristal segi lima yang ia keluarkan dari tasnya tadi. Batu kristal itu, kalau di jaman sekarang seperti scotlite, tapi cahayanya sangat terang sekali, dapat menjangkau hingga ke sudut gua. “Wah, ini gua yang indah..” Tutur Ziusudra.

Lantas, ia masuk lebih ke dalam lagi. Ia perhatikan keadaan sekelilingnya, aman, tidak ada mara bahaya, tidak ada tanda-tanda keberadaan binatang buas atau makhluk-makhkuk lainnya. Setelah dinilai aman, ia mulai bersiap-siap untuk membakar ubi. Pertama, Ziusudra membuat lubang berukuran sedang. Ia membuat garis lingkaran dengan ukuran diameter 60 cm. Lalu membasahi sedikit demi sedikit tanah yang ada di dalam garis lingkar itu.

Kemudian, Ziusudra mengambil alat seperti batang besi seukuran panjang lengannya. Nah, alat yang hanya seperti batang besi itu, ternyata alat multifungsi yang bisa disetting menjadi beragam macam alat. Hanya sekali pencet tombol, batang besi bisa bertransformasi menjadi seperti cangkul pada jaman sekarang. Setelah merasa alat yang dipegangnya cocok untuk menggali lubang. Ziusudra menggali tanah dengan cepatnya. Hanya butuh beberapa menit saja, lubang tanah sudah jadi, dengan kedalaman mencapai 50 cm. Kemudian, Ziusudra membungkus ubi-ubi dengan balutan daun pisang.

Ubi yang sudah dibalut dengan daun pisang dimasukkan ke dalam lubang, setelah itu ditimpa lapisan tanah tipis-tipis, tidak dipadatkan. Lalu ditindih potongan dahan, ranting, dan daun-daun kering di atasnya. Sebelum membakar, Ziusudra menyiramkan dulu minyak getah pohon damar ke dahan, ranting, dan daun-daun kering. Setelah itu, ia mundur ke belakang, mengambil ancang-ancang, dengan jarak 50 cm dari tempat pembakaran. Posisi sedikit jongkok, menghela nafas panjang, terus menghembuskan nafas secara perlahan, pelan-pelan. Begitu selama 3 x. Ia mengarahkan telapak tangan kanannya ke titik pembakaran. Ia menghela nafas lagi, terus menghembuskan secara perlahan-lahan. Dia fokuskan terus energi yang ada di dalam tubuhnya agar terkumpul semua di telapak tangan. Kemudian, Ziusudra menghentakkan energi yang ada telapak tangan kanannya, sambil menghembuskan nafas yang ketiga. Seketika dahan, ranting, dan daun-daun kering pun terbakar. Betapa senangnya, setelah ia telah berhasil membakar objek yang ada di depannya. Ziusudra berdiri dengan cepat, mengambil potongan-potongan dahan, ranting, dan daun kering yang masih tersisa untuk ditambahkan ke pembakaran, terus menyiramkan minyak getah pohon damara ke tengah api.

Buzzz… Api menyala lebih besar daripada sebelumnya, terus mengecil lagi ke ukuran sedang, nyala api pun terlihat konstan. Selanjutnya, dia hanya menunggu waktu sampai api mengecil, menjadi bara dan auto padam. Setelah benar-benar padam, ubi yang dikubur, harus segera diangkat.

Sambil menunggu proses matangnya ubi, Ziusudra pun istirahat sejenak. Tak lama, aroma wangi ubi bakar yang sudah matang, tipis-tipis mulai tercium. Ia pun penasaran ingin segera mencicipi rasa ubi bakarnya itu. Ziusudra meminggirkan bara api terlebih dahulu, lalu menggunakan kembali besi yang bisa berubah bentuk menjadi cangkul untuk menggali tanah dengan sekejap. Ia mengambil ubi-ubi yang ada di lubang pembakaran. Kemudian membuka daun pisang yang membalutnya. Dia belah ubi-ubi yang sudah matang dan disimpan di atas alas lembaran daun pisang. Ziusudra tidak meniupi ubi-ubi yang masih panas, tetapi ia cukup sabar menunggu sampai ubi-ubi tersebut mulai dingin dengan sendirinya dan layak dimakan. Setelah mulai dingin, dia ambil satu ubi untuk dicicipi.

Sebelum makan, Ziusudra diam sebentar. Menundukan kepala dan memejamkan matanya untuk berdoa dan bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Setelah hening sesaat, kemudian Ziusudra makan dengan lahapnya. Meski makanan sederhana, tetapi ia sangat menyukai penganan ubi bakar ini. Baginya ubi bakar adalah makanan yang sehat dan tentunya “ramah” di lidah. Tak terasa, ia telah melahap habis 2 ubi bakar dalam sekejap dan merasa sudah cukup untuk mengganjal perutnya. “Masih ada 3 lagi, sisanya buat nanti malam aja” Pikirnya.
Ziusudra membungkus sisa-sisa ubi, ia simpan di pinggir tas. Selanjutnya, mengambil wadah minum yang ada di tas. Dia duduk bersila, dengan menyebut nama-Nya terlebih dahulu, lalu minum glek, glek, glek.. Sebanyak tiga kali tegukan.

“Ah, sekarang waktunya, saya meditasi.” Inilah alasan mengapa Ziusudra jauh-jauh datang ke gua yang ada di tengah hutan ini. Sebetulnya, sudah lama, setiap ia akan tidur malam, ia kerap mendapatkan panggilan pesan untuk melakukan hening /bermeditasi, menjauh dari keramaian. Sebenarnya, ia juga tidak tahu pesan tersebut datang dari mana. Tetapi, ia berusaha untuk menjaga supaya pikirannya tetap lurus, ia hanya berharap itu pesan yang baik, bukan bisikan atau panggilan setan.

Seiring waktu, Ziusudra larut dalam meditasi. Menikmati setiap hela dan hembusan nafas panjangnya. Sedikit demi sedikit, nafasnya mulai tenang. Ritme jantung mulai berdetak pelan, tidak sekencang, seperti saat awal bermeditasi. Beragam warna terbayang sepintas. Lamat-lamat terdengar suara, persis suara orang yang sering mengantarkan ia untuk bermeditasi. Awalnya, suara itu terdengar pelan, tapi lambat laun makin terdengar jelas. Suara itu pun menyuruhnya untuk membuka mata yang sedari tadi terpejam. “Bukalah matamu, Ziusudra!” “Hai, cucuku bukalah matamu sekarang juga! “

Waktu membuka mata, ia kaget dan tidak kuat melihat bola cahaya yang besar, yang menyilaukan, yang melayang di hadapannya. Spontan, ia menutup matanya lagi.
“Tenang.. Tenanglah… Ziusudra.. Coba sekarang buka matamu.”
“Hmmm… siapa anda gerangan tuan?” Namun, ia masih belum berani membuka matanya.
“Ayo, Ziusudra bukalah matamu. ”
Tiba-tiba ada suara lain, entah suara siapa, “Ia adalah Dharmasraya.” Ziusudra pun kaget.. “Hahh,… Dharmasraya,?!. ”
Ziusudra serasa pernah mendengar nama itu sebelumnya. Tapi entah di mana.
“Bukalah mata sekarang dan lihat saya.”

Ziusudra membuka matanya pelan-pelan, ia pun kaget sekaget-kagetnya, terkejut untuk kedua kalinya. Sekarang yang nampak di hadapannya bukan lagi bola bercahaya yang tadi menyilaukan, tetapi orang bercahaya yang berdiri melayang. Berwajah teduh, rambutnya hitam panjang bergelombang, dengan baju berjubah putih lengan panjang, celana panjang, dengan sepatu boot yang keren. Intinya, di depan Ziusudra berdiri sosok orang yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Ia pun heran, celingak-celinguk, bingung melihat keadaan sekitarnya, yang suasananya berubah, bukan berada di dalam gua tempat ia bermeditasi. Tapi di suatu ruangan yang serba putih, ruangan tanpa batas yang tak bertepi, dengan gravitasi yang lebih kuat.

Dharmasraya berbicara kepadanya dengan mulut tertutup, yang bibirnya tidak bergerak sama sekali. Ziusudra, sekarang kau berada di ruangan hampa udara di dimensi lain. Tadi saat memejamkan mata, tanpa kau sadari, saya pindahkan dari gua ke tempat ini. Supaya lebih aman.

Ziusudra, sudah saya amati kau sejak lama, sejak kelahiranmu di bumi ini. Ziusudra hanya diam mendengarkan. Dia merasa lemas, segan dan hormat kepada Dharmasraya. Ziusudra, kau bukanlah orang Rhama dan bukan juga Atlantean. Ibumu pun bukan orang Rhama, ibumu adalah perempuan asli Mu yang terpilih sebagai ibu yang mengandung dan membesarkanmu hingga dewasa sekarang di bumi ini.

Ziusudra, saya ingin mengingatkan, kau adalah satu dari 20 orang lainnya, yang dikirim oleh pemimpinMu untuk membawa misi. Misi yang menyeimbangkan kembali bumi yang saat ini didominasi energi gelap. Saya akan mengaktifkan energi bawaan yang ada di dalam tubuhmu. Saat ini saya deteksi tingkat energi sudah mencapai kisaran 5 %. Sekarang, duduk sila, punggung tegak lurus, rileksasi, kosongkan pikiranmu.

Iya, siap abha..

Dharmasraya mengarahkan telunjuknya ke arah kening Ziusudra. Dari telunjuk Dharmasraya keluar sinar laser warna kuning, bergerak cepat, dan menembak masuk ke dalam kening Ziusudra. Seketika Ziusudra terpelanting beberapa meter ke arah belakang. Lalu, Dharmasraya menyuruh Ziusudra, kembali ke posisi semula.

Sambil ngos-ngosan Ziusudra berusaha keras bangkit ke posisi semula. Duduk sila.  Sekujur badan Ziusudra terlihat gemetar hebat dan meneteskan banyak keringat. Lantas, Ziusudra ambruk, berguling-guling, dan terus berguling-guling.

Dharmasraya menyuruh Ziusudra mengambil ke posisi semula, duduk bersila. Dengan sekuat tenaga, Ziusudra mencoba bangkit, meski tergopoh-gopoh. Ziusudra bangkit dan duduk bersila. Seluruh otot terlihat membesar, kencang, dan sekujur tubuhnya masih gemetaran. Dharmasraya menyuruh Ziusudra untuk tetap menenangkan diri, dengan mengatur ritme nafasnya.

Ziusudra menghela nafas panjang, menahan sebentar, terus membuang secara perlahan. Tidak memburu atau tidak terburu-buru selama proses pembuangan nafasnya. Hal ini agar ia bisa merasakan dan menikmati selama proses olah nafas itu. Ziusudra mulai terlihat konsentrasi penuh dalam mengolah nafasnya. Instruksi dari Dharmasraya diresponnya dengan sangat baik.

Perlahan getaran badannya mulai tenang, detak jantung menurun, pun suhu badan kembali normal. Hela dan hembusan nafasnya juga makin stabil. Artinya, sekarang Ziusudra sudah dapat mengontrol letupan-letupan energi yang masuk ke dalam tubuhnya.

Otot-otot yang tadinya membesar dan kencang, mulai terlihat mengecil, kendor, dan tenang. Setelah semua normal, Ziusudra membuka mata. Terlihat bola mata Ziusudra semakin tajam, dengan sorot matanya semakin menyala.

Dharmasraya lalu bertanya, “Ziusudra apa yang kau rasakan sekarang?”
Kondisi saya semakin baik, Abha…

Coba ceritakan secara jelas apa yang tadi dirasakan, setelah saya menembak ke keningmu.

Tadi mendadak kepala saya terasa berat, pusing, otot-otot membesar, badan gemetar kencang, panas-dingin. Meski berguling-guling, saya tetap berusaha menjaga kesadaran, berusaha duduk sila, dan mengolah nafas. Setelah mengolah nafas, badan semakin membaik. Panas-dingin perlahan hilang, otot-otot yang tadinya berdenyut kencang semakin kendor, getaran badan semakin pelan. Hawa panas di ubun-ubun, menyebar ke punggung, menjalar sampai ke tulang ekor. Lalu di sekitar tulang ekor berasa gatal, seperti kesemutan. Setelah itu, badan saya kembali normal, bahkan merasa lebih segar daripada sebelumnya. Begitu abha, itulah yang tadi saya rasakan.

Baik, Ziusudra. Itu artinya, energimu sudah aktif sampai ke tingkat 40%. Tapi saat ini, energi yang disetting sekitar 10 %. Saat ini, dengan energi 10%, itu mode aman buatmu dan planet ini. Untuk mencapai level energi 40 %, sekarang bisa kau sendiri yang meningkatkannya, tapi sebelum meningkatkannya perkuat jasadmu terlebih dahulu supaya siap menampung energi yang besar itu. Cara memperkuat jasad itu dengan latihan rutin mengolah napas, makan makanan yang sehat, berpikir positif, berbuat baik kepada sesama dan alam sekitarmu.

Kini, sudah waktunya, kau menjalankan misi, sampaikanlah pesan-pesan kebaikan kepada semua orang, terutama sebagian Atlantean pengikut Bhallaga yang sudah jauh dari sistem yang benar. Bangkitkan kesadaran mereka untuk hidup sesuai alur Semesta. Cegah kerusakan-kerusakan yang diperbuat oleh siapa pun.

Jika ternyata planet ini diputuskan harus direset, nanti selamatkan orang-orang yang ikut denganmu, meski mereka Atlantis pengikut Bhallaga. Selamatkan orang-orang yang diperbudak Bhallaga, selamatkan orang-orang tak berdosa, selamatkan juga segala jenis hewan dan tumbuhan yang ada di sini sebelum reset itu terjadi.

Selamatkan….selamatkan…selamatkanlah mereka, Ziusudra..
Segala puja bagi Sang Pencipta….
Perlahan memudar sosok Dharmasraya dari hadapan Ziusudra…..

(Bersambung)

The post The Last Warrior, Part 2 appeared first on Jurnal Astral.

]]>
https://jurnalastral.com/the-last-warrior-part-2/feed/ 1